Sumber foto: https://www.istockphoto.com/id/foto-foto/putus-asa-emosi-negatif

Apalah daya, aku yang hanya pemuda bodoh di negeri ini.

Menginginkan kedamaian hanyalah mimpi. Menginginkan keadilan, kesejahteraan, hanyalah ilusi.

Semua sudah disulap oleh para penguasa negeri ini, yang benar akan nampak salah, dan yang salah akan nampak benar, Mau sampai kapan! Hulu hilir politik negeri terus-terusan begini.

Semua mendambakan kesejahteraan, keadilan dan kedamaian.

Tapi malah ribut untuk menjadi yang terbaik, Bukan memperbaiki, Alih-alih memperbaiki negeri, padahal hanyalah kepentingan pribadi, Mau sampai kapan?.

Negeri ini tidak kekurangan orang pintar, Doktor, profesor, bahkan insinyur, Semua ada, tapi kenapa title itu hanyalah sebuah penambah nama saja.

Berteriak perdamaian, kesejahteraan, keadilan. Berkoar kepemimpinan yang bijak, tegas, cerdas, dan mengayomi. Namun faktanya, menginjak, menindas, merampas dan mendzolimi.

Mana bukti yang kalian perebutkan untuk memperbaiki, wahai penguasa negeri ini!.

Oleh: Misnin Anin

Bangkalan, 12 Februari 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *