Sumber Foto: content://media/external/downloads/1000020106content://media/external/downloads/100002010

Isra Mi’raj merupakan peristiwa ‘Al-Khorij al-Adat’ atau peristiwa di luar nalar yang hanya terjadi kepada seorang Nabi Muhammad SAW.

Pengertian Isra Miraj secara bahasa berasal dari dua kata, yaitu Isra yang berasal dari kata asra-yusri-isra yang berarti memperjalankan. Sedangkan Miraj artinya adalah alat naik atau tangga.

Isra Mikraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Islam Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Isra Mikraj adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Islam Muhammad dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa sangat penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Bagaimana mungkin, pada jaman itu belum semodern saat ini, asal kita tahu bahwa jarak antara masjidil haram ke mekkah antara 1.600-an KM. Belum ada kendaraan secanggih sekarang. Pulang dari Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad membawa ‘oleh-oleh’ shalat 5 waktu. Ada dua latar belakang peristiwa ini terjadi.

Yang pertama, Kisah ini dijelaskan dari kitab Qissat al-Mi’raj, di bab awal dijelaskan bahwa pada suatu masa langit dan bumi saling mengadu kehebatan satu sama lain.

Langit menganggap bahwa dia yang paling hebat, yang paling mulia Karena posisinya ada di atas. Di sana juga ada matahari, langit, planet-planet, tata surya, awan, hujan dan makhluk angkasa lainnya.

Sedangkan bumi membela diri dengan mengatakan bahwa bumi juga tak kalah hebat karena memiliki dua tanah suci yakni Mekah dan Madinah.

Perdebatan keduanya tidak kunjung mengalah. Saling membela masing-masing kehebatannya. Perdebatan itu usai, setelah bumi mengatakan bahwa bumi memiliki Nabi Muhammad SAW, Sang Nabi Terakhir. Makhluk yang paling mulia di antara langit dan bumi. Akhirnya langit mengaku kalah.

Oleh karena itu, akhirnya langit mengadu kepada Allah SWT. agar menaikkan sang Nabi Terakhir ke langit, lalu terjadilah Isra’ Mi’raj.

Kisah kedua, sebagaimana dalam kitab-kitab tarikh dijelaskan bahwa Rasulullah diberangkatkan ke Sidratul Muntaha oleh Allah adalah untuk me- refresh pikiran beliau karena sedang mengalami Amul Huzni atau tahun kesusahan.

Karena kehilangan dua orang tercintanya yakni pamannya Abu Thalib dan istri tercintanya yakni sayidah Khadijah, maka dari itu Rasulullah di- healing kan oleh Allah dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu berangkat ke Sidratul Muntaha.

Itulah dua latar belakang terjadinya peristiwa ini. Sungguh Maha Suci Allah. Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *