Sumber foto;
https://www.kba.one/news/spanduk-bacaleg-di-aceh-ganggu-ketertiban-umum/index.html

Lagi musim-musimnya caleg mengiklankan diri. Mengalahkan iklan-iklan antiskip youtube. Sosok-sosok ‘baru’ ramai mengenalkan diri lewat banner-banner seramai pasar Tanah Merah pada Sabtu pagi.

Fenomena ini bukanlah asing, tiap lima tahun sekali pasti ada. Para calon-calon yang katanya Penerus Lidah Rakyat ini mengumbar janji manis buaya ke dunia nyata maupun maya.

Oh ia, bukan hanya calon legislatif. Tapi, baliho perebutan kepala negara juga ramai melambaikan tangan di pinggir-pinggir jalan. Dengan visi dan misi mereka yang membuai. Baliho-baliho berjejalan berebutan merebut perhatian pengguna jalan.

Indah betul dilihat, warna-warni, gimmick-gimicknya memukau. Silau sekali.

Baliho ini merupakan media yang efektif mempublikasi diri mereka. Paham betul orang-orang ini terkait teori-teori publikasi. Benar-benar keren.

Ternyata dan ternyata, efektifitas media baliho ini tak hanya menjadi ‘senjata utama’ mengenalkan diri. Juga menjadi senjata mematikan para pengguna jalan. Mematikan ini dalam arti sebenarnya. Betul, banyak yang sudah menjadi korban keganasan baliho ini.

Coba cek deh https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/jabar/berita/d-7158086/pemotor-tertimpa-baliho-caleg-di-cianjur-korban-patah-tulang/amp.

Atau https://megapolitan.kompas.com/read/2024/01/24/06273521/korban-baliho-caleg-psi-di-cakung-benjol-dan-terasa-sakit-pada-jahitan-di

atau ini deh https://www.google.com/amp/s/www.detik.com/jateng/berita/d-7151967/tragis-siswi-smk-kebumen-tewas-tertimpa-baliho-caleg/amp.

Ini lagi
https://www.merdeka.com/politik/baliho-caleg-semrawut-bikin-geram-sampai-memakan-korban-75358-mvk.html

Efektif bukan?
Mungkin kalau disambung semua baliho dari kota Bangkalan ke Blega cukup untuk balutan mumi Fir’aun. Tapi tak apa lah, ini lagi panen raya penyedia jasa printing.

Andai saja penertiban dan aturan pemasangan baliho ini lebih ditegakkan tak mungkin peristiwa ini terulang.

Ketika peristiwa ini terjadi, semoga saja foto orang-orang yang ‘nablak’ di banner tersebut juga membuka mata terkait korban.

Penulis: Hadiri Husni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *