Karya; Mustova

Bapakku, Soekarno
Bangunlah dari peristirahatan mu yang panjang
Lihatlah!! Tanah air mu yang sekarang menjadi tanah air ku
Perjuangan, do’a, dan takbir mu masih bergumam sampai saat ini
Namun, penguasa – penguasa yang tidak bertahta, melupakan sejarah mu
Dialegtika tak berbahasa, mengguncangkan keseimbangan tanah air kita

Bapakku, Soekarno
Aromatika kemerdekaan tak lagi tercium oleh nya
Penjajah- penjajah tak lagi dari Belanda, Jepang, ataupun Portugal
Tanah air yang kau perjuangkan dengan darah di bawah sumpah, di jadikan hanya slogan sampah yang tak bergairah
Penjajah itu, adalah penguasa negeri ini

Bapakku, Soekarno
Engkau hanya membutuhkan sepuluh pemuda untuk mengguncangkan dunia, kini berubah menjadi di bawah hukum yang tak mencerminkan keadilan
Orang yang berharta menjadi penguasa, sedangkan rakyat jelata sengsara

Bapakku, Soekarno
Bangunlah!! Ucapkan kalimat mu satu kali lagi
Agar para penguasa negeri ini mendengar dan tidak menjadikan hukum sebagai saudara
Kami sebagai rakyat mu di marjinal kan
Kami sebagai rakyat mu di bungkam
Dan kami sebagai rakyat mu, memanggil keadilan

Editor; M. Hadiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *