Debat kandidat merupakan suatu agenda kegiatan menjelang pemilu sebagai sarana untuk mengetahui kemampuan intelegensi serta visi misi dan program yang akan dibawa oleh masing-masing calon kandidat Presiden BEM Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah al-Ibrohimy Bangkalan periode 2023-2024. Dengan hal ini, calon peserta pemilu dapat memanfaatkan moment tersebut guna menentukan serta memantapkan pilihan sesuai dengan analisa yang mereka peroleh saat debat kandidat berlangsung. Pada moment ini selain Dosen, calon peserta pemilu juga dapat mengajukan beberapa pertanyaan untuk melihat kesungguhan dari para calon yang nantinya akan menjadi sosok pemimpin BEM STITAL periode selanjutnya. Namun, momen debat kandidat akan menjadi sia-sia dan tanpa makna manakala ditempatkan pada waktu yang tidak efektif sehingga memungkinkan acara ini minim peminat.


Berdasarkan informasi yang beredar, debat kandidat calon Presiden BEM STITAL akan dilaksanakan pada hari Rabu tepatnya pada 05 Juli 2023 Jam 08.00. Namun, bersamaan dengan itu kalender akademik jauh hari juga telah menyatakan bahwa pada Rabu 05 Juli 2023 merupakan hari pertama Ujian Akhir semester dimana, ini juga merupakan hal penting yang harus diikuti oleh mahasiswa. Meskipun pada hari itu pelaksanaan UAS terbagi menjadi dua sesi, akan tetapi tetap saja nantinya sebagian dari mereka harus rela tidak mengikuti momen penting dari debat kandidat yang akan menjadi Nahkoda baru BEM selanjutnya. Ketua KPUM menyatakan bahwa dari pihak Komisi Pemilihan Umum telah mengetahui mengenai hari pertama dari pelaksanaan UAS namun, meskipun demikian dari pihak mereka tetap melanjutkan pelaksanaan debat kandidat calon Presiden BEM karena memprioritaskan bagian sesi yang tidak ada jam UAS dan tetap berharap untuk sesi pertama bisa ikut dalam debat kandidat.


Harapan dari KPUM mungkin bisa saja terjadi, namun perlu diperhatikan juga bahwa kita sulit melakukan dua hal penting dalam satu waktu, meskipun bisa tapi tidak akan mungkin bisa semaksimal biasanya. Apalagi dalam persoalan memilih pemimpin, hal ini merupakan hal yang sangat penuh kehati-hatian dan butuh analisa yang tajam dan salah satu solusinya adalah dengan mengikuti debat kandidat mulai dari awal hingga akhir. Yusuf al-Qaradhawi pernah menyatakan bahwa ketika kita mencoblos untuk memilih pemimpin disaat itu juga kita bersaksi dihadapan Tuhan bahwa pemimpin yang kita pilih layak menjadi pemimpin kita. Oleh karena itu, memilih pemimpin bukanlah hal mudah yang hanya berhubungan antar sesama manusia tapi juga tentang kesaksian kita kepada sang Pencipta dimana kesaksian akan mempertemukan kita pada sebuah pertanggungjawaban.


Dalam kaitannya dengan uraian diatas, guna tetap menjaga akal sehat dalam berdemokrasi maka, debat kandidat ini merupakan sarana untuk calon peserta pemilu menganalisa mengenai calon Presiden BEM yang pantas untuk memegang amanah tersebut. Dan juga Perguruan Tinggi merupakan pusat percontohan pelaksanaan Demokrasi Pancasila maka dari itu, mari kita hidupkan suasana demokrasi dengan adanya debat kandidat dan itu akan terjadi bilamana dilakukan pada waktu yang tepat.(Mh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *