Doaku yg mati

Di malam yang sunyi
Sungguh tak terbayang seperti dalam mimpi
Adanya kenyataan yang hadir
Seakan tak mau menerima taqdir

Air mata yg bercucuran jatuh
Membanjiri ke dua tangan yg menengadah

Bibir yang biasanya tajam melesatkan ke indahan kata
Bersemangat ria merayu Tuhan tuk memintanya

Kian tumpul bahkan menggerakkannya pun tak mampu, seakan bisu

Lantaran kekasih yang didambakan telah bersanding dg orang lain hingga kejadian itupun terus saja mengiang

Dengan penuh menguat kan seraya terisak do’a pun terucap : oh Tuhanku..
Sekalipun do’a ku tuk memintanya kini kian terpenggal
Jangan biarkan cintaku ini untuk nya hilang tak tertinggal.

Oleh; Faruq

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *