nama-nama toko dan nama-nama kota

tidak bisa menandai perjalanan ini sudah sampai dimana

Aku melaju seperti ambulan

Menabrak lampu merah, dan

tidak membayar tol juga jembatan

Hanya tahu maju

Dan segera sampai di rumahmu

Di matamu, dadaku memar

Paru-paru kurang oksigen

Dan puisi ini, kehabisan kosakata

Antara Bangkalan dan Ibu Kota

Matahari dan lampu jalan

Bergantian menggambar bayang-bayang

Tapi tidak ada ambulans yang terburu-buru

Dan tidak ada orang yang ingin menemuimu

seperti aku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *